Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Cocok untuk Dalam Kota?
Memilih mobil untuk aktivitas sehari-hari bukan hanya soal harga beli. Biaya listrik atau BBM, pajak kendaraan, perawatan, dan kenyamanan juga perlu diperhitungkan.
Untuk penggunaan sehari-hari, terutama aktivitas dalam kota, mobil biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berangkat kerja, mengantar anak, kuliah, aktivitas bisnis, berbelanja, hingga perjalanan bersama keluarga.
Karena itu, semakin banyak orang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif mobil bensin.
Lalu, apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat dibandingkan mobil bensin untuk penggunaan dalam kota?
Untuk melihatnya lebih jelas, kita bisa membandingkan Geely EX2, Geely EX5, dan Geely Starray EM-i PHEV dengan mobil konvensional berbahan bakar bensin.
Mobil Listrik vs Mobil Bensin untuk Penggunaan Dalam Kota:
Mobil listrik dan mobil bensin memiliki karakter yang berbeda.
Mobil listrik menggunakan energi yang tersimpan di baterai untuk menggerakkan motor listrik. Sementara mobil bensin menggunakan mesin pembakaran internal untuk menghasilkan tenaga.
Perbedaan tersebut membuat biaya penggunaan dan perawatan keduanya juga berbeda.
Mobil listrik:
Beberapa keunggulan mobil listrik:
Tidak membutuhkan BBM.
Biaya energi per kilometer relatif rendah.
Berkendara lebih senyap.
Respons tenaga cepat.
Tidak membutuhkan penggantian oli mesin.
Memiliki sistem regenerative braking.
Cocok untuk aktivitas dalam kota jika tersedia akses charging.
Mobil bensin:
Mobil bensin masih memiliki beberapa keunggulan:
SPBU mudah ditemukan.
Pengisian BBM relatif cepat.
Tidak membutuhkan waktu charging.
Cocok untuk perjalanan jauh tanpa akses charger.
Namun, mobil bensin membutuhkan bahan bakar secara rutin dan memiliki lebih banyak komponen mekanis yang membutuhkan perawatan.
Berapa Biaya Listrik Geely EX2?
Geely EX2 merupakan mobil listrik compact yang dirancang untuk mobilitas perkotaan.
EX2 memiliki baterai 40,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 395 km NEDC. Konsumsi energi yang tercantum sekitar 11,8 kWh/100 km.
Dengan tarif listrik rumah tangga 1.300–2.200 VA sebesar Rp1.444,70/kWh, berikut simulasi sederhananya:
11,8 kWh × Rp1.444,70 = sekitar Rp17.000 per 100 km.
Simulasi biaya listrik EX2
Jarak Perkiraan biaya listrik
100 km ± Rp17.000
500 km ± Rp85.000
1.000 km ± Rp170.000
2.000 km ± Rp341.000
Artinya, jika digunakan sejauh 1.000 km, kebutuhan energi EX2 secara simulasi hanya sekitar Rp170 ribu.
Biaya aktual dapat berbeda karena dipengaruhi penggunaan AC, kondisi jalan, kecepatan, beban kendaraan, temperatur, dan gaya berkendara.
Free konsultasi klik link WA ini
Geely EX2 untuk Mobilitas Dalam Kota
Ukuran compact menjadi salah satu keunggulan EX2 untuk penggunaan sehari-hari.
Geely EX2 menawarkan:
Desain compact dan modern.
Jarak tempuh hingga 395 km NEDC.
Baterai 40,8 kWh.
Fast charging 30–80% sekitar 25 menit.
Penggerak RWD.
Front trunk.
Rear trunk dengan kapasitas besar.
Layar infotainment 14,6 inci.
Kamera 540°.
Fitur ADAS.
Dengan kombinasi tersebut, EX2 dapat menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang ingin mulai menggunakan mobil listrik untuk aktivitas sehari-hari dalam kota.
Free Konsultasi klik link WA ini
Berapa Biaya Listrik Geely EX5?
Untuk konsumen yang membutuhkan SUV dengan ukuran lebih besar, terdapat Geely EX5.
EX5 menggunakan baterai 60,22 kWh dengan jarak tempuh hingga 495 km NEDC.
Konsumsi energi yang digunakan dalam simulasi adalah sekitar 12,1 kWh/100 km.
Dengan tarif listrik Rp1.444,70/kWh:
12,1 kWh × Rp1.444,70 = sekitar Rp17.500 per 100 km.
Simulasi biaya listrik EX5
Jarak Perkiraan biaya listrik
100 km ± Rp17.500
500 km ± Rp87.000
1.000 km ± Rp175.000
2.000 km ± Rp350.000
Jadi, penggunaan EX5 sejauh 1.000 km secara simulasi membutuhkan biaya energi sekitar Rp175 ribu.
EX5 juga menawarkan fast charging 30–80% sekitar 20 menit, sehingga pengisian baterai dapat dilakukan dengan relatif cepat menggunakan charger yang sesuai.
Bagaimana dengan Geely Starray EM-i PHEV?
Geely Starray EM-i memiliki konsep yang berbeda dari EX2 dan EX5.
Jika EX2 dan EX5 merupakan mobil listrik berbasis baterai atau BEV, Starray EM-i merupakan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Starray EM-i menggabungkan:
Motor listrik.
Baterai.
Mesin bensin.
Dengan teknologi tersebut, kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik maupun mesin bensin sesuai kondisi penggunaan.
Starray EM-i memiliki baterai 18,4 kWh dengan electric range hingga 105 km dan combined range lebih dari 1.000 km NEDC.
Dan perlu diketahui telah dicoba oleh testimoni pengguna Geely Starray EM-i PHEV di Indonesia bahwa mobil ini memiliki perbadingan 1:28.
Berapa Biaya Energi Starray EM-i?
Jika menggunakan jarak listrik hingga 105 km dengan baterai 18,4 kWh, konsumsi teoritisnya sekitar:
18,4 ÷ 105 × 100 = ±17,5 kWh/100 km.
Dengan tarif listrik Rp1.444,70/kWh:
17,5 × Rp1.444,70 = sekitar Rp25.300 per 100 km.
Namun, Starray EM-i juga dapat menggunakan BBM.
Geely mencantumkan konsumsi bahan bakar hingga 83 km/liter NEDC.
Dengan harga Pertamax Jawa Barat sebesar Rp15.950/liter, simulasi 1.000 km:
1.000 ÷ 83 = ±12 liter
12 × Rp15.950 = sekitar Rp192.000.
Perlu diperhatikan bahwa angka 83 km/liter merupakan angka pengujian NEDC. Konsumsi aktual dapat berbeda tergantung kondisi kendaraan dan cara penggunaan.
Bagaimana Perbandingannya dengan Mobil Bensin?
Untuk memberikan gambaran sederhana, kita gunakan mobil bensin dengan konsumsi:
12 km/liter
10 km/liter
Dengan harga Pertamax Rp15.950/liter.
- Mobil bensin 12 km/liter:
Untuk 1.000 km: 1.000 ÷ 12 = 83,3 liter
Biaya: 83,3 × Rp15.950 = sekitar Rp1,33 juta
- Mobil bensin 10 km/liter:
Untuk 1.000 km: 1.000 ÷ 10 = 100 liter
Biaya: 100 × Rp15.950 = sekitar Rp1,60 juta
Perbandingan Biaya Energi 1.000 Km
Berikut gambaran sederhana biaya energi:
Kendaraan Jenis energi Perkiraan biaya 1.000 km
Geely EX2 Listrik ± Rp170 ribu
Geely EX5 Listrik ± Rp175 ribu
Geely Starray EM-i BBM, 83 km/l NEDC ± Rp192 ribu
Mobil bensin 12 km/l ± Rp1,33 juta
Mobil bensin 10 km/l ± Rp1,60 juta
Dari simulasi tersebut terlihat bahwa biaya energi mobil listrik dapat jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin.
Namun, angka tersebut merupakan simulasi dan bukan jaminan biaya aktual setiap pengguna.
Free Konsultasi klik link WA ini
Jika Digunakan 20.000 Km per Tahun:
Sebagai contoh, bagaimana jika kendaraan digunakan sejauh 20.000 km per tahun?
Geely EX2:
Konsumsi: 11,8 kWh/100 km
Kebutuhan energi: 20.000 × 11,8 ÷ 100 = 2.360 kWh
Biaya: 2.360 × Rp1.444,70 = ± Rp3,41 juta/tahun
Geely EX5:
Konsumsi: 12,1 kWh/100 km
Kebutuhan energi: 20.000 × 12,1 ÷ 100 = 2.420 kWh
Biaya: 2.420 × Rp1.444,70 = ± Rp3,50 juta/tahun
Mobil bensin 12 km/liter:
Kebutuhan BBM: 20.000 ÷ 12 = 1.667 liter
Biaya: 1.667 × Rp15.950 = ± Rp26,59 juta/tahun
Mobil bensin 10 km/liter:
Kebutuhan BBM: 20.000 ÷ 10 = 2.000 liter
Biaya: 2.000 × Rp15.950 = ± Rp31,90 juta/tahun
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa biaya energi menjadi salah satu faktor penting ketika menghitung penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.
Bagaimana Pajak Mobil Listrik?
Selain biaya energi, pajak kendaraan juga perlu diperhatikan.
Untuk kendaraan bermotor berbasis baterai, ketentuan di berbagai daerah memberikan perlakuan khusus terhadap PKB dan BBNKB, sesuai regulasi daerah yang berlaku.
Hal ini relevan untuk mobil listrik berbasis baterai seperti:
Geely EX2 dan Geely EX5.
Namun, aturan pajak kendaraan dapat berbeda berdasarkan wilayah dan dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa ketentuan pajak yang berlaku di daerah tempat kendaraan didaftarkan.
Free Konsultasi klik link WA ini
Bagaimana Pajak Geely Starray EM-i?
Starray EM-i berbeda dengan EX2 dan EX5 karena merupakan PHEV.
PHEV memiliki mesin bensin sekaligus motor listrik, sehingga perlakuan pajaknya tidak sama dengan kendaraan listrik murni berbasis baterai.
Besaran PKB dan pajak lainnya mengikuti ketentuan kendaraan PHEV di wilayah tempat kendaraan didaftarkan.
Karena setiap daerah dapat memiliki ketentuan yang berbeda, nominal pajak tahunan sebaiknya disesuaikan dengan data kendaraan dan wilayah registrasinya.
Bagaimana dengan Pajak Mobil Bensin?
Mobil bensin dikenakan pajak kendaraan bermotor sesuai ketentuan yang berlaku di wilayah masing-masing.
Besaran PKB dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk:
Nilai jual kendaraan.
Jenis kendaraan.
Kepemilikan kendaraan.
Tarif pajak daerah.
Kebijakan pemerintah daerah.
Karena itu, biaya pajak tahunan antara satu kendaraan dan kendaraan lainnya dapat berbeda.
Biaya Perawatan Mobil Listrik vs Mobil Bensin:
Selain listrik dan BBM, perawatan juga menjadi bagian dari biaya kepemilikan kendaraan.
Mobil bensin membutuhkan perawatan seperti:
Penggantian oli mesin.
Filter oli.
Filter udara.
Busi.
Perawatan mesin.
Perawatan transmisi.
Sistem pendingin mesin.
Sistem pembakaran.
Sistem exhaust.
Mobil listrik:
Mobil listrik tidak menggunakan mesin pembakaran internal sehingga tidak membutuhkan:
Oli mesin.
Busi.
Filter oli.
Sistem exhaust.
Namun, mobil listrik tetap membutuhkan perawatan seperti:
Ban.
Rem.
Suspensi.
Filter AC/kabin.
Wiper.
Sistem pendingin baterai.
Sistem kelistrikan.
Baterai.
Jadi, mobil listrik bukan berarti bebas biaya perawatan, tetapi kebutuhan perawatannya berbeda dengan mobil bensin.
Mana yang Cocok untuk Penggunaan Dalam Kota?
Pilihan kendaraan kembali kepada kebutuhan masing-masing.
Geely EX2
Cocok untuk:
Mobilitas harian.
Aktivitas dalam kota.
Pengguna yang mencari mobil compact.
Pengguna yang ingin mulai menggunakan EV.
Pengguna yang mengutamakan efisiensi biaya energi.
Dengan jarak tempuh hingga 395 km NEDC, EX2 dapat menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari.
Baca detail Kenapa Harus Beli Geely EX2
Geely EX5
Geely EX5
Cocok untuk:
Keluarga.
Pengguna yang membutuhkan SUV.
Kabin lebih luas.
Pengguna yang menginginkan fitur lebih lengkap.
Perjalanan harian dan luar kota.
EX5 memiliki jarak tempuh hingga 495 km NEDC dan menawarkan berbagai fitur kenyamanan serta teknologi.
Geely Starray EM-i
Cocok untuk:
Pengguna yang ingin teknologi PHEV.
Aktivitas dalam kota.
Perjalanan dalam kota dan luar kota.
Pengguna yang ingin memanfaatkan tenaga listrik.
Pengguna yang tetap menginginkan fleksibilitas mesin bensin.
Starray EM-i menawarkan kombinasi motor listrik dan mesin bensin dengan electric range hingga 105 km dan combined range lebih dari 1.000 km NEDC.
Kesimpulan
Membandingkan mobil listrik dan mobil bensin tidak cukup hanya melihat harga pembelian.
Biaya listrik, BBM, pajak, perawatan, dan kebutuhan perjalanan juga perlu diperhitungkan.
Dari simulasi biaya energi:
Geely EX2: sekitar Rp170 ribu per 1.000 km.
Geely EX5: sekitar Rp175 ribu per 1.000 km.
Geely Starray EM-i: sekitar Rp192 ribu per 1.000 km berdasarkan konsumsi 83 km/liter NEDC.
Sedangkan mobil bensin dengan konsumsi 10–12 km/liter membutuhkan sekitar Rp1,33–1,60 juta per 1.000 km dengan harga Pertamax Rp15.950/liter.
Untuk penggunaan dalam kota, pilihan dapat disesuaikan dengan karakter kendaraan:
Compact & efisien → Geely EX2
SUV listrik & nyaman → Geely EX5
Listrik + bensin & fleksibel → Geely Starray EM-i
Sebelum menentukan pilihan, Anda juga dapat merasakan langsung pengalaman berkendara melalui test drive.
Booking Test Drive
Rizki Rama
WhatsApp: 0823-4345-5544 atau klik link ini
Geely Authorized Dealer Setiabudi Bandung